Selasa, 02 Juli 2013

My Name Is Dafinah



Aqiqah

Coba tanya kepada suami-suami, kapankah saat paling bahagia sejak bergabung dalam lembaga pernikahan? jawabnya pasti tidak jauh-jauh “Pas malam pertama”, eh... itu saat paling mendebarkan yah, hahahaha... Menurut saya, salah satunya adalah ketika menemui fakta bahwa tiga bulan pembalut di lemari masih tersegel dan istri malah minta mangga muda. Yah, telat, saya ulangi, ngidam, saya ulangi lagi, hamil. Wah, kami berdua segera jadi ayah, jadi ibu. Sebagai calon ayah-ibu pemula, segalanya kami persiapakan, matangkan mental, kumpulkan finansial, dan yang pasti memilihkan nama.

Sabtu, 02 Maret 2013

Tulisanku Nongol di Kompas

Kompas cetak, rabu 26 september 2012 Hal.49


Sebuah tulisan yang pernah saya publikasikan di blog keroyokan Kompasiana berjudul "Jika Orang Bugis Pindah Rumah", ternyata menarik perhatian media cetak terbesar di Indonesia, harian Kompas untuk memuatnya di edisi cetak, rabu 26 september 2012 pada Hal.49. Kaget? Iya. Bangga? Pastinya. Tak ada editing fundamen kecuali pada judul dan sebagian paragraf di akhir tulisan yang dipenggal lalu digantikan dengan link yang merujuk ke postingan lengkapnya di Kompasiana. Untuk yang belum baca, saya postingkan lengkapnya kembali. Bagi member Kompas, bisa baca e-paper-nya di SINI



--- oOo ---

Membaca Iklim Lewat Kalender Tanam Terpadu Dinamik

Kalender Tanam Terpadu Dinamik (katam.info)


Secara umum di Indonesia dan khususnya di Sulawesi Selatan, musim tanam padi sawah dibagi menjadi dua. Musim Tanam I yaitu pada bulan april sampai september dan Musim Tanam II pada bulan oktober sampai maret. Musim Tanam I identik dengan musim hujan sedangkan Musim Tanam II pada musim kemarau. Tentang hujan dan kemarau pada setiap Musim Tanam itu, tentu dengan syarat jika iklim berjalan normal.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa harihari belakangan ini, iklim berubah cukup ekstrim. Kondisi itu jelas menyulitkan petani dalam merencanakan jadwal turun sawah. Terlebih bagi sawah tadah hujan yang pengairannya hanya mengandalkan air hujan. Perlu perencanaan yang matang, khususnya pada Musim Tanam II yang intensitas hujannya rendah, bahkan nihil.

Rabu, 05 Desember 2012

Menyambangi Pasar "Babi" Makale


13341141051343882366
Pasar Babi, Makale (Doc.Pribadi, 2012)


Ternak babi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial masyarakat Toraja. Bersama kerbau, ternak babi selalu hadir dalam setiap pesta adat seperti rambu solo’ maupun rambu tuka’. Di Tana Toraja, ternak babi dipasarkan di Pasar Sentral Makale. Sebuah pasar tradisional yang menyediakan macam ragam kebutuhan masyarakat.

Pasar babi sendiri berada pada bagian belakang pasar sentral, hanya dibatasi tembok setinggi ± 1,5 meter. Jika dilihat dari jalan, memang terhalang oleh kendaraan yang parkir. Kendaraan itu sebenarnya adalah kendaraan pengangkut babi. Babi tersebut didatangkan dari pedalaman Tana Toraja, juga daerah sekitar seperti Toraja Utara juga Luwu Raya.

Senin, 03 Desember 2012

Mina Padi, Sisi Lain Agrowisata Toraja




13406927921105983102
Sengkedan (Doc.Pribadi, 2012)


AGROWISATA. Menyebut Toraja, maka yang terbayang adalah rumah adat Tongkonan, pesta rambu solo atau tengkorak di kuburan batu. Padahal, dalam bidang agriculture, Toraja juga punya potensi yang besar nan indah. Mulai dari hutan-hutan lebat yang masih perawan, ragam buah sayuran, tanaman pangan, juga perkebunan. Jadi selain wisata budaya, juga bisa beragrowisata.

Mari kita turun ke sawah. Lahan pertanian di Toraja terbilang cukup unik, dari kondisi geografisnya yang berbukit bergunung, membuat tata letak persawahan bertingkattingkat atau terasering, yang khalayak umum kenal dengan kata sengkedan. Sangat berbeda dengan lahan sawah di Sulawesi Selatan kebanyakan yang terhampar luas.