Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

PNS yang Menolak Gaji 13

ilustrasi : kompas



Bagi para pegawai negeri sipil (PNS), datangnya bulan Juli adalah berkah tersendiri. Karena pada bulan ini, mereka akan menerima tambahan penghasilan berupa gaji 13. Gaji yang katanya dimaksudkan untuk mengurangi beban para orang tua dalam menyambut tahun ajaran baru di sekolah. Tapi tidak demikan dengan Nindi (nama samaran). Seorang PNS yang bekerja di instansi yang mengurusi kebersihan kota, justru menolak menerima gaji 13.

Jumat, 08 Juli 2011

Meterai, Mahluk Apa Pula Itu???

Meterai, mahluk apa pula itu??? (Dok.Pribadi, 2011)


Karena keperluan menggandakan berkas, saya menuju ke sebuah toko alat tulis menulis yang memang sudah jadi langganan sejak jaman dahulu kala. Sayang, ketika sampai di sana, mesin potocopynya lagi ngadat. Terpaksa cabut, lalu mencari tempat lain. Setelah berkeliling, akhirnya tiba di sebua toko yang cukup sederhana. Itupun setelah bertanya ke seorang tukang ojek, maklum papan nama toko agak tersembunyi.

Sabtu, 02 Juli 2011

Elegi Angsa*

Doc: innocentia.wordpress.com


Dengan dagu mendongak, kau tampak angkuh
anggunmu adalah kelebihanmu
putih, lembut 
aku terpesona


Dalam hening danau kau berlayar berduadua
aku cemburu
begitu indah... begitu hening
aku diam tanpa geming

Jumat, 11 Maret 2011

Bakso Mas “Daeng”, Khas Makassar

Photobucket
kfk.kompas.com
Orang Bugis dan Makassar pada umumnya risih jika dipanggil “Mas” atau “Mbak”. Kenapa? Karena di Sulawesi Selatan, panggilan itu sangat identik dengan penjual Bakso dan Jamu. Tapi belakangan, hampir semua penjual jajanan atau kaki lima dipanggil Mas. Bahkan saya pernah mendengar di sebuah Warung Coto ada pengunjung memanggil pelayan Mas, paruh dagingnya dua. Lho, Bukannya penjual Coto itu asli Makassar?
Orang Jawa tentu tidak usah berkecil hati jika di Sulawesi Selatan panggilan Mas/Mbak diidentikkan dengan pedagang kaki lima. Malah seharusnya berbangga diri, khususnya soal kuliner. Karena di Makassar, makanan enak itu disebut “Kanre Jawa” (Makanan Jawa). Salah satu makanan yang diyakini dibawa oleh Orang Jawa yang sangat diminati adalah Bakso. Maka beredarlah warung-warung bakso dengan nama-nama Daerah Jawa. Bakso SoloBakso SurakartaBakso Djogdja … atau nama pemiliknya Bakso Mas EndutBakso Mas Karyo etc. Walaupun secara etimologi, bakso itu berasal dari Cina.

Gedung di Makassar, Setiap Hari Ganti Karpet

Tulisan pada karpet di lantai lift
Beberapa hari terakhir, saya melakukan aktivitas di Gedung Graha Pena. Sebuah gedung yang diklaim tertinggi di Makassar, bahkan konon tertinggi di luar Pulau Jawa. Karena suatu keperluan (tidak jauh-jauh dari ternak) dengan sebuah NGO Internasional yang banyak melakukan riset bidang pertanian di Indonesia.

Di gedung berlantai 19 plus antena televisi di puncaknya itu berkantor banyak sekali institusi. Mulai dari media cetak, televisi, perusahaan telekomunikasi, lembaga kursus, NGO, dan perusahaan-perusahaan swasta yang lain. Jadi bisa dibayangkan bagaimana banyaknya karyawan yang setiap hari beraktivitas di sana.

Senin, 07 Februari 2011

Sari Laut Rasa Darat

Katanya sari laut, tapi kok jual ayam goreng???

Mendengar nama warung sari laut, maka yang terlintas pertama di pikiran saya adalah kuliner khas laut. Entah ikan, cumi, udang atau apalah yang dari laut. Keberadaan warung sari laut jelas sangat unik dengan ciri khas tersendiri pada menu makanannya. Sederhananya, siapa saja yang ingin makan makanan laut, silahkan ke sari laut. Kurang lebih seperti itulah konsepsi awal saya tentang warung sari laut. Karena saya termasuk ekonomi menengah ke bawah, maka warung sari laut yang saya maksud di sini adalah yang banyak berjejer di pinggir jalan, jadi bukan restoran.

Laskar Pemimpi, Taktik Perang Ala Bebek (Preview)

www.21cineplex.com

Laskar Pemimpi merupakan sekelompok pasukan amatir yang bergabung dengan Pasukan Panjen. Mereka nekat menerobos markas Belanda untuk membebaskan warga yang ditawan. Karena diantaranya, juga terdapat orang-orang yang mereka sayangi. Tim ini terdiri dari enam laskar yang dipimpin oleh Kopral Jono. Sebagai penunjuk jalan, diikutkan seorang tawanan bernama Once yang merupakan tentara KNIL. Mereka menyebut ini sebagai misi rahasia karena memang tanpa sepengetahuan Komandan Pasukan Panjen, Kapten Hadi.

Once menunjukkan lewat peta tentang lokasi Markas Belanda yang ternyata sangat jauh. Untuk mencapai markas Belanda butuh waktu sebulan jika berjalan kaki. Tentu waktu yang sangat lama, cara paling singkat adalah dengan naik kendaraan. Laskar ugal-ugalan ini akhirnya memutuskan untuk menghadang mobil patroli KNIL untuk dijadikan tumpangan. Mereka kemudian menunggu pasukan patroli lewat, dengan bersembunyi di pematang sawah pinggir jalan.

Cari Pasangan yang Penyayang, Silahkan ke…

Rendahnya rasa percaya diri, menjadi penyakit kronis yang mungkin dialami oleh sebagian besar mahasiswa di agrocompleks (pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan). Ada rasa minder ketika harus bergaul dengan mahasiswa dari fakultas-fakultas elite macam Kedokteran dan Teknik di Eksakta atau Ekonomi dan Hukum di Non Eksak.

Menyadari bahwa kuliah di fakultas yang terlanjur dipersepsikan oleh sebagian orang dengan hal-hal negatif, kotor, kumuh dan jorok. Fakultas terbelakang, tidak keren dan hanya tempat pembuangan orang-orang yang gagal berkompetisi di SNMPTN, menjadi penyebabnya. Tapi bukan berarti semua mahasiswa yang menggeluti ilmu-ilmu pertanian mengalami hal yang demikian.

Rabu, 02 Februari 2011

Joke Peternak: Serial Pemilukada*

Menjelang hari H pemungutan suara di Pemilukada. Para kandidat beserta tim suksesnya sedang gencar-gencarnya melaksanakan kampanye. Banyak yang memanfaatkan pertandingan bola untuk menggelar nonoton bareng dan menjadikannya media kampanye. Namun salah satu kandidat memilih ke desa, kampanye bersama kelompok tani-ternak yang memang rutin melakukan pertemuan bulanan. Dia percaya kalau kelompok tani solidaritas kolektifnya tinggi.

Setelah menyampaikan visi dan misinya di hadapan kelompok tani-ternak, maka sang calon Bupati menutup kampanye dengan mengajak semua yang hadir untuk mencontrengnya nanti. Seperti umumnya kampanye, dibumbui sedikit janji-janji.