Tampilkan postingan dengan label Animal Agriculture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animal Agriculture. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Menggaungkan Agrowisata



1391054693511196251
Sawah Sengkedan di Tana Toraja

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Demikian penggalan lagu milik band legendaris Koes Ploes untuk menggambarkan kesuburan tanah air kita. Indonesia adalah negara agraris. Sebegaian besar Rakyat Indonesia adalah petani. Petani dalam artian yang luas tentunya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunanan, perikanan dan kehutanan). Lahan-lahan pertanian terhampar ke seantero negeri. Potensi income dari pertanian itu selain dari produksi juga bisa dihasilkan dari kedatangan wisatawan. Yah agrowisata, atau kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada potensi pertanian. 

Rabu, 24 Juli 2013

Puasa, Kendalikan Nafsu Kendalikan Tikus


13747108391207517069
Sawah apa danau???




Salah satu hikmah puasa adalah untuk mengendalikan nafsu. Entah nafsu makan/minum, nafsu syahwat, nafsu..., Sedang bagi para petani di wilayah tempat tinggal saya, akumulasi nafsu itu disalurkan untuk mengendalikan populasi tikus sawah. Kenapa hanya dikendalikan? bukan dibasmi, dimusnahkan, diberantas? Karena petani percaya bahwa meski dapat merusak pertanaman padi, tapi tikus tetap mempunyai manfaat dalam ekosistem. Bukankah semua ciptaan Tuhan itu bermanfaat. Jadi cukup dikendalikan agar populasinya tidak terlalu besar. Berbeda dengan tikus kantor, kalau yang itu mah harus diberantas, hehehe...

Rabu, 05 Desember 2012

Menyambangi Pasar "Babi" Makale


13341141051343882366
Pasar Babi, Makale (Doc.Pribadi, 2012)


Ternak babi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial masyarakat Toraja. Bersama kerbau, ternak babi selalu hadir dalam setiap pesta adat seperti rambu solo’ maupun rambu tuka’. Di Tana Toraja, ternak babi dipasarkan di Pasar Sentral Makale. Sebuah pasar tradisional yang menyediakan macam ragam kebutuhan masyarakat.

Pasar babi sendiri berada pada bagian belakang pasar sentral, hanya dibatasi tembok setinggi ± 1,5 meter. Jika dilihat dari jalan, memang terhalang oleh kendaraan yang parkir. Kendaraan itu sebenarnya adalah kendaraan pengangkut babi. Babi tersebut didatangkan dari pedalaman Tana Toraja, juga daerah sekitar seperti Toraja Utara juga Luwu Raya.

Sabtu, 02 Juli 2011

Elegi Angsa*

Doc: innocentia.wordpress.com


Dengan dagu mendongak, kau tampak angkuh
anggunmu adalah kelebihanmu
putih, lembut 
aku terpesona


Dalam hening danau kau berlayar berduadua
aku cemburu
begitu indah... begitu hening
aku diam tanpa geming

Kamis, 26 Mei 2011

La Tahzan, Ayam (saja) Ketawa



Hatiku senang akhirnya bisa pulang ke kampung halaman di Sidenreng Rappang (Sidrap). Bertahun-tahun di kota menimba ilmu dan pengalaman. Rumahku di Majjelling Wattang. Masih bagian dari Ibukota kabupaten, letaknya tak jauh dari kantor kelurahan. Di pinggir jalan poros yang menghubungkan Kota Palopo dengan Makassar, yang tetanggaku masih menyebutnya Ujung Pandang.
Minggu siang tak ada kerjaan, aku main ke rumah paman di Panca Rijang. Setelah buka sepatu dan memberi salam, aku masuk dan langsung ke belakang. Terlihat olehku kandang ayam berjejeran. Semuanya terisi, tak ada yang luang. Sekilas tampilan fisiknya tak beda seperti ayam kampung kebanyakan. Tapi kalau berkokok ternyata berbeda. Seperti orang yang sedang ketawa, kokoknya terputus-putus dan panjang.

Selasa, 15 Februari 2011

[Go Green] Eceng Gondok Itu Sumber Gas

Headlines Kompasiana, 14/02/2011

“Tongeng moga ndi’ cola-cola’e wedding laipancaji gas?”
(Benarkah dik’ eceng gondok bisa jadi gas?)

Itu pertanyaan seorang Ibu ke saya. Disampaikan dengan logat Bugis Wajo yang kental. Sebuah keraguan yang yang cukup mendasar. Apa iya eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai masalah besar ketika danau meluap, ternyata bisa dimanfaatkan jadi gas bio? Jawaban dari pertanyaan itu “Iya, Insya Allah”. Sebuah jawaban super duper bijak. Karena saya sendiri sebenarnya juga ragu.

Sabtu, 12 Februari 2011

Domba Lebih Diistimewakan dari TKI?

ilustrasi / KOMPAS
Jika anda Urang Sunda, apalagi berdomisili di Kabupaten Garut Jawa Barat pasti pernah melihat atau setidaknya mendengar Domba Tangkas. Spesies ternak yang menjadi ciri khas daerah itu, kini diwajibkan mempunyai akta kelahiran. Apa, akta kelahiran? Yah, bagi orang awam pasti ini sesuatu yang super aneh. Bagaimana tidak, boro-boro domba, manusia saja masih banyak yang tidak memiliki akta kelahiran. Setidaknya itu tercermin dari status facebook Okti Li (Facebooker di Taiwan dan peraih kompasiana award untuk kategori postingan terpopuler) pada 07 februari 2011 berikut :

Jumat, 11 Februari 2011

Makassar Diserbu S.Pt

Add caption

Para Sarjana Peternakan yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) saat ini sedang melaksanakan Kongres Nasional X. Pengurus Cabang ISPI Sulawesi Selatan kali ini bertindak sebagai tuan rumah dan dikomandoi sekretarisnya, Jasmal A. Syamsu sebagai ketua panitia. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Singgasana Makassar, mengusung tema “Menggalang Profesionalisme Sarjana Peternakan dalam Pembangunan Nasional”. Para peserta merupakan perwakilan dari Pengurus Besar dan Pengurus Cabang ISPI Seluruh Indonesia.

Selain itu juga ada utusan dari dinas peternakan provinsi dan kabupaten/kota, beberapa organisasi peternakan dan kesehatan hewan, forum pimpinan perguruan tinggi peternakan Indonesia dan mahasiswa peternakan. Para sponsor yang terdiri dari perusahan dan industri maupun NGO peternakan. Panitia juga bekerja sama dengan media (media partner) baik cetak maupun on line yang bergerak di bidang peternakan.

Senin, 07 Februari 2011

Sari Laut Rasa Darat

Katanya sari laut, tapi kok jual ayam goreng???

Mendengar nama warung sari laut, maka yang terlintas pertama di pikiran saya adalah kuliner khas laut. Entah ikan, cumi, udang atau apalah yang dari laut. Keberadaan warung sari laut jelas sangat unik dengan ciri khas tersendiri pada menu makanannya. Sederhananya, siapa saja yang ingin makan makanan laut, silahkan ke sari laut. Kurang lebih seperti itulah konsepsi awal saya tentang warung sari laut. Karena saya termasuk ekonomi menengah ke bawah, maka warung sari laut yang saya maksud di sini adalah yang banyak berjejer di pinggir jalan, jadi bukan restoran.

Kamis, 03 Februari 2011

Penggembala dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Ilustrasi Penggembala (kfk.kompas.com)
Untuk pertama kalinya saya jatuh cinta pada sebuah lagu dengan lirik bahasa Jawa. Judulnya lir-ilir, yang merupakan original soundtrack dari film Sang Pencerah. Meski diaransemen dengan musik Jawa yang kental (suara gamelan, etc….) lagu itu tetap terdengar modern. Sehingga meski tak mengerti artinya, saya tetap larut dalam iramanya. Salah satu liriknya “cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi. Kata “cah angon” mengingatkan pada sebuah artikel tentang peternakan yang saya baca beberapa waktu lalu. Kalau tidak salah ingat, “cah angon” tak lain adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti penggembala.

Rabu, 02 Februari 2011

Perbinatangan dan Perhewanan

Kenapa ya namanya bukan Fakultas Perbinatangan???
(diedit dari www.anakunhas.com)
Medium Juni-Agustus 2008, sebagaimana mahasiswa yang segera mengakhiri studinya, saya melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Baraka Kabupaten Enrekang. Sebuah daerah dingin karena merupakan dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan. Sebagaimana umumnya di desa, pekerjaan utama masyarakat adalah petani dan sebagian beternak. Salah satu komoditi ternak yang banyak dibudidayakan di daerah ini adalah sapi perah FH (Fries Holland). Susu hasil dari sapi perah itu umumnya dibikin penganan tradisional keju yang oleh masyarakat setempat disebut dangke. Pesatnya perkembangan populasi, menjadikan daerah ini sebagai sentra peternakan sapi perah terbesar di luar Pulau Jawa.

Setetes Mani, Sejuta Harapan*

Gerbang BBIB Singosari (Anak Gembala Study Club, 2007)
Setetes Mani, Sejuta Harapan. Introduction pada mata kuliah dasar reproduksi ternak, yang diajarkan untuk mahasiswa semester IV. Seperti mantra “man jadda wa jada” yang jadi pelajaran hari pertama di Pondok Madani, sebagaimana yang diceritakan Fuadi dalam novelnya Negeri 5 menara. Kalimat itu juga akan menyambut setiap pengunjung yang datang ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Pusat inseminasi buatan nasional untuk sapi, di sebuah daerah sejuk pada ketinggian 400-700 mdpl di kaki Gunung Arjuno Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam animal science, mani ternak lazimnya disebut semen, sehingga penggunaan kata mani dalam kontes ini hanya untuk memudahkan orang awam untuk menangkap message dari kalimat tersebut.