Rabu, 24 Juli 2013

Puasa, Kendalikan Nafsu Kendalikan Tikus


13747108391207517069
Sawah apa danau???




Salah satu hikmah puasa adalah untuk mengendalikan nafsu. Entah nafsu makan/minum, nafsu syahwat, nafsu..., Sedang bagi para petani di wilayah tempat tinggal saya, akumulasi nafsu itu disalurkan untuk mengendalikan populasi tikus sawah. Kenapa hanya dikendalikan? bukan dibasmi, dimusnahkan, diberantas? Karena petani percaya bahwa meski dapat merusak pertanaman padi, tapi tikus tetap mempunyai manfaat dalam ekosistem. Bukankah semua ciptaan Tuhan itu bermanfaat. Jadi cukup dikendalikan agar populasinya tidak terlalu besar. Berbeda dengan tikus kantor, kalau yang itu mah harus diberantas, hehehe...

Kamis, 04 Juli 2013

Puisi Seorang Istri Ketika Hamil


Menjalin Rindu
: Lelaki Penjaga Hati

Helai benang rindu membentang jarak
Mataku-matamu, hatiku-hatimu
Dan aku terpasung menantimu

Dengan bahasa apa kusampirkan rindu di dadamu
Sementara dadaku telah sesak oleh wajahmu
Wahai kau lelaki pemilik benih dalam rahimku
Rindu ini sungguh kejam
Memintal semua kenang

Dalam sebuah pengharapan
Bilakah rindu kita berpagut...

@Makassar,  27042013

Selasa, 02 Juli 2013

My Name Is Dafinah



Aqiqah

Coba tanya kepada suami-suami, kapankah saat paling bahagia sejak bergabung dalam lembaga pernikahan? jawabnya pasti tidak jauh-jauh “Pas malam pertama”, eh... itu saat paling mendebarkan yah, hahahaha... Menurut saya, salah satunya adalah ketika menemui fakta bahwa tiga bulan pembalut di lemari masih tersegel dan istri malah minta mangga muda. Yah, telat, saya ulangi, ngidam, saya ulangi lagi, hamil. Wah, kami berdua segera jadi ayah, jadi ibu. Sebagai calon ayah-ibu pemula, segalanya kami persiapakan, matangkan mental, kumpulkan finansial, dan yang pasti memilihkan nama.

Sabtu, 02 Maret 2013

Tulisanku Nongol di Kompas

Kompas cetak, rabu 26 september 2012 Hal.49


Sebuah tulisan yang pernah saya publikasikan di blog keroyokan Kompasiana berjudul "Jika Orang Bugis Pindah Rumah", ternyata menarik perhatian media cetak terbesar di Indonesia, harian Kompas untuk memuatnya di edisi cetak, rabu 26 september 2012 pada Hal.49. Kaget? Iya. Bangga? Pastinya. Tak ada editing fundamen kecuali pada judul dan sebagian paragraf di akhir tulisan yang dipenggal lalu digantikan dengan link yang merujuk ke postingan lengkapnya di Kompasiana. Untuk yang belum baca, saya postingkan lengkapnya kembali. Bagi member Kompas, bisa baca e-paper-nya di SINI. 



--- oOo ---

Membaca Iklim Lewat Kalender Tanam Terpadu Dinamik

Kalender Tanam Terpadu Dinamik (katam.info)


Secara umum di Indonesia dan khususnya di Sulawesi Selatan, musim tanam padi sawah dibagi menjadi dua. Musim Tanam I yaitu pada bulan april sampai september dan Musim Tanam II pada bulan oktober sampai maret. Musim Tanam I identik dengan musim hujan sedangkan Musim Tanam II pada musim kemarau. Tentang hujan dan kemarau pada setiap Musim Tanam itu, tentu dengan syarat jika iklim berjalan normal.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa harihari belakangan ini, iklim berubah cukup ekstrim. Kondisi itu jelas menyulitkan petani dalam merencanakan jadwal turun sawah. Terlebih bagi sawah tadah hujan yang pengairannya hanya mengandalkan air hujan. Perlu perencanaan yang matang, khususnya pada Musim Tanam II yang intensitas hujannya rendah, bahkan nihil.