Selasa, 29 Desember 2015

Belum Punya Keturunan? Anda Butuh Pisang


lahir tanpa ayah

Untuk anda yang sudah cukup lama menikah namun belum dikaruniai keturunan, tak perlu risau. Anda boleh mencoba ritual ini. Yah, tapi itu juga jika anda percaya. Ini salah satu kepercayaan etnis Bugis. Ilmu ini saya dapat dari seorang tetua kampung di sebuah Desa. Pisang, yah pisang. Untuk memiliki keturunan, anda butuh pohon pisang. Lebih tepatnya, pohon pisang yang telah tumbuh anakan. Bukan sesuatu yang sulit, karena hampir di semua wilayah Indonesia terdapat pohon pisang.

Jumat, 21 November 2014

18 Januari 2013

Pembuka sebuah tahun
Ketika anak-anak langit riang berjatuhan
Tiba pada sepasang telapak kita
Yang saling menggenggam
Itu, setahun lalu…

Kini anak-anak waktu  lincah berlari
Menari bersama hari
Melukis penanda di ubun-ubun kita
Sejuta kecup telah kita pertukarkan

Kamis, 20 November 2014

Baru Wisuda? Masih Nganggur? Yuk Gap Year

Gap year di dinas kebersihan, pemadam kebakaran atau???
Salah satu fase terberat dalam perjalanan panjang kehidupan (puih) adalah fase pasca sarjana, hemmm… istilahnya benar ngak yah?, maksudnya setelah sarjana, eh baru wisuda, yah itulah. Bagi yang tidak mempersiapkan diri dengan baik, bersiapsiaplah jadi pengangguran atau istilah yang sedikit lebih beretika, Tuna Karya, hiks. Menjadi pengangguran dengan menyandang gelar sarjana di belakang nama, tentulah berat. Baru saja memerdekakan diri dari penjara akademik bernama kampus, kini harus berhadapan dengan kehidupan yang sebenarnya, real society.

Rabu, 26 Februari 2014

Menggaungkan Agrowisata



1391054693511196251
Sawah Sengkedan di Tana Toraja

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Demikian penggalan lagu milik band legendaris Koes Ploes untuk menggambarkan kesuburan tanah air kita. Indonesia adalah negara agraris. Sebegaian besar Rakyat Indonesia adalah petani. Petani dalam artian yang luas tentunya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunanan, perikanan dan kehutanan). Lahan-lahan pertanian terhampar ke seantero negeri. Potensi income dari pertanian itu selain dari produksi juga bisa dihasilkan dari kedatangan wisatawan. Yah agrowisata, atau kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada potensi pertanian. 

Kamis, 14 November 2013

Maddupa Ase, Memuliakan Padi (Kompas, Rabu 13/11/2013 Hal.36)


KOMPAS, Rabu 13/11/2013 Hal.36


Ajattappareng merupakan sebuah wilayah di Sulawesi Selatan yang didiami etnis Bugis. Dalam sektor pertanian, wilayah ini sejak dulu dikenal sebagai lumbung beras. Produktivitas padi selalu berada di atas rata-rata nasional. Bukan semata-mata karena perlakuan teknologi, tapi lebih karena para petani mempertahankan tradisi leluhur Bugis untuk memuliakan alam. Salah satu ritual adat itu adalah Madduppa ase. Madduppa Ase, terdiri dari dua kata dalam Bahasa Bugis yaitu Duppa dan AseDuppa bisa berarti menyambut/menjemput, bisa juga berarti menghasilkan (pendapatan/income), sedangkan Ase berarti padi. Maka Madduppa Ase berarti menyambut padi dengan harapan produksi meningkat sehingga memberi pendapatan bagi petani.