Jumat, 21 November 2014

18 Januari 2013

Pembuka sebuah tahun
Ketika anak-anak langit riang berjatuhan
Tiba pada sepasang telapak kita
Yang saling menggenggam
Itu, setahun lalu…

Kini anak-anak waktu  lincah berlari
Menari bersama hari
Melukis penanda di ubun-ubun kita
Sejuta kecup telah kita pertukarkan

Kamis, 20 November 2014

Baru Wisuda? Masih Nganggur? Yuk Gap Year

Gap year di dinas kebersihan, pemadam kebakaran atau???
Salah satu fase terberat dalam perjalanan panjang kehidupan (puih) adalah fase pasca sarjana, hemmm… istilahnya benar ngak yah?, maksudnya setelah sarjana, eh baru wisuda, yah itulah. Bagi yang tidak mempersiapkan diri dengan baik, bersiapsiaplah jadi pengangguran atau istilah yang sedikit lebih beretika, Tuna Karya, hiks. Menjadi pengangguran dengan menyandang gelar sarjana di belakang nama, tentulah berat. Baru saja memerdekakan diri dari penjara akademik bernama kampus, kini harus berhadapan dengan kehidupan yang sebenarnya, real society.

Rabu, 26 Februari 2014

Menggaungkan Agrowisata



1391054693511196251
Sawah Sengkedan di Tana Toraja

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Demikian penggalan lagu milik band legendaris Koes Ploes untuk menggambarkan kesuburan tanah air kita. Indonesia adalah negara agraris. Sebegaian besar Rakyat Indonesia adalah petani. Petani dalam artian yang luas tentunya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunanan, perikanan dan kehutanan). Lahan-lahan pertanian terhampar ke seantero negeri. Potensi income dari pertanian itu selain dari produksi juga bisa dihasilkan dari kedatangan wisatawan. Yah agrowisata, atau kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada potensi pertanian. 

Senin, 27 Januari 2014

Cabai Antar Sersan Mayor Arib ke Negeri Sakura

Headlines Kompasiana, 2701204



Di masa Jenderal M. Jusuf dikenal program ABRI Masuk Desa. Di mana para aparat militer dimobilisasi untuk menggerakkan perekonomian pedesaan. Kini, setelah ABRI menjadi TNI, tumpuan militer untuk pembinaan masyarakat di pedesaan dipercayakan ke Babinsa (Bintara pembina desa). Sebagaimana desa pada umumnya di mana pekerjaan utama masayarakatnya adalah bertani, pun demikian dengan desa-desa yang ada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.