Selasa, 09 Agustus 2011

Ada Pelangi di Shaf Akhwat

ilustrasi: http://iklanmax.com
Jika kita masuk ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah atau mengikuti kegiatan Islami seperti pengajian. Maka hal paling fundamen yang membedakan antara ikhwan dengan akhwat selain pengaturan shaf (ikhwan di depan dan akhwat di belakang) juga pakaian yang digunakan. Ikhwan menggunakan beragama style pakaian mulai dari sarungan yang sangat Indonesia sampai jubah layaknya di Timur Tengah. Selain style, motif dan warnanyapun sangat bervariatif. Sedangkan akhwat menggunakan mukenah dengan warna putih bersih, meskipun sebagaian memberi sentuhan bis warna lain untuk lebih memperindah.

Namun pemandangan itu hanya bisa dijumpai di masa lalu. Karena sekarang, akhwat tidak mau kalah dengan ikhwan dalam pemilihan warna. Akhwat tidak lagi sekedar menggunakan mukenah warna putih, tapi mulai beralih ke warna lain. Seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan sebagainya. Layaknya warna-warna pelangi. Entah sejak kapan trend itu muncul, saya kurang tahu persis. Beberapa akhwat yang pernah saya jumpai mengutarakan argumentasi berbeda-beda. Ada yang jenuh menggunakan warna putih karena sangat konvensional, biar lebih modis, mau tampil beda, dan ada juga yang hanya ikut trend.


Putih identik dengan kesucian. Mungkin segenap akhwat lupa bahwa warna putih dalam ibadah itu bagian dari Sunnah Rasul “Hendaklah kalian berpakaian putih, untuk dipakai sewaktu hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian sewaktu kalian mati. Sebab kain putih itu sebaik-baik pakaian bagikalian” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas r.a). Boleh jadi ini pula yang menjadi pertimbangan akhwat di Jamaah An-Nadzir Gowa, Sulawesi Selatan. Jamaah yang terkenal dengan pakaian warna hitam-hitam itu ternyata sebagian akhwatnya menggunakan warna putih. Termasuk juga founding fathers Bangsa Indonesia yang juga memilih putih sebagai warna bendera.

Penggunaan warna mukenah selain putih, tentu tidak mengurangi nilai dari ibadah yang dilakukan. Hanya menghilangkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi amal. Karena Rasulullah mensunnahkan menggunakan warna putih ketika beribadah. Sunnah dimaknai bahwa jika dikerjakan mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak apa-apa. Namun, itu kembali ke individu masing-masing. Tidak ada yang salah memang dari warna-warna mukenah itu. Yang salah adalah akhwat yang tidak menggunakan mukenah (menutup aurat) ketika beribadah.

Wassalam.
.

1 komentar:

Patta Hindi Azis mengatakan...

fenomena ini nampak sekarang, ada komodifikasi dalam bentuk warna dan bentuk jilbab...

Posting Komentar