Selasa, 22 Maret 2011

Sperma

Vulvamu memerah, hangat
Deras lendir bening menetes tanpa izin
Bilamana instingku berdusta?
Ah, kau birahi…

Desahmu menggeliat pada gelisahku
Dipan eksotis dari kayu tepis
Dan semerbak aroma khas wewangian
Yang rutin kau semprot pasca fajar

Doggy style tanpa foreplay
Godamu genit berbisik lirih
Pelan, berpacu, menggelinjang
Oooo… puncak klimaks parabola

Tapi sebiliun maaf kali ini sayang
Telan ludahmu jangan menoleh
Rasakan sensasi sperma suntik
Sekedar membuahi pantang menjamah

Komplain pada Tuhan yang menciptamu
Juga pencipta ilmu pengetahuan Itu
Sebab tak ada Komisi Nasional
Hak Asasi Binatang, tempatmu mengadu


Selamat Menikmati Sayang (Krokot, 2010)













*Puisi perdanaku, hiks... jadi malu.

@Sidrap, 19/03/2011
.

4 komentar:

i-one mengatakan...

wah,imanizatif banget.bagus loh,menganggat hal2 yang dianggap tabu oleh kebanyakan.salam kenal,klu ada waktu kunjungi blog ane ya

IRSYAM SYAM mengatakan...

@i-one

Ngak tabu koq, biasa aja... hehehehe... Aku tadi mampir d blog-nya, tapi belum bisa kasi komentar. Nanti yah.. Makasih, salam kenal balik.

Anazkia mengatakan...

Bisaan nih imajinasi sastranya

IRSYAM SYAM mengatakan...

@Anazkia

Baru belajar koq, niha malah baru puisi perdana...

Posting Komentar